Total Tayangan Halaman

Kamis, 23 Februari 2012

Cara Mengatasi Kegagalan Menjadi Menyenangkan !




Sering kali kita tidak mengeluarkan kemampuan maksimal dari diri kita sendiri karena takut memasuki area yang saya menyebutnya "area takut gagal". Area takut gagal? Apakah itu? Area takut gagal adalah area yang berada di luar area nyaman dalam kehidupan anda.

Perlu contoh? Misalkan anda seorang pelajar, anda pandai dalam berbagai mata pelajaran, namun ada satu hal yang anda berada pada level rendah dibandingkan dengan teman anda, yaitu mata pelajaran olah raga. Hampir setiap pelajaran olahraga, tubuh serta pikiran anda serasa menolak untuk diajak bergerak. Inilah area takut gagal anda. Anda merasa sulit untuk memasukinya dan ada perasaan takut akan gagal yang akhirnya memang menyebabkan anda gagal. Jadi, mengapa tidak berusaha mengatasi kegagalan itu?

Adakah yang salah? Tentu tidak, semua orang termasuk saya sendiri merasa malas untuk memasuki area takut gagal. Namun dimanakah terletak potensi terbesar untuk sukses dalam hidup kita? Ya di area takut gagal ini.

Mari kita ingat – ingat bersama bahwa Thomas alva Edison menemukan bola lampu yang menyala setelah mengalami kegagalan sebanyak 999 kali. Artinya ada 999 bola lampu yang mati sebelum ada 1 bola lampu yang menyala. Coba Anda bayangkan sendiri, seandainya beliau berhenti pada percobaan yang ke 999? Semoga contoh ini dapat menjadi penyemangat bagi Anda agar tidak takut pada yang namanya kegagalan.

Sebenarnya kegagalan adalah suatu proses menuju kepada satu keberhasilan, anda percaya atau tidak, tapi memang itulah yang sebenarnya. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, jadi bukan jalan akhir bagi Anda sehingga menyerah untuk mendapatkan keberhasilan yang selalu Anda idam – idamkan. Ah, memang mudah untuk diucapkan dengan kata – kata ya? Tapi berat untuk ditindaklanjuti kan? Saya sependapat dengan Anda, Anda yang tidak ingin meraih potensi maksimal dalam diri Anda dan hidup Anda.

Setelah mengetahui hakekat dari kegagalan ini, tentunya Anda sudah memiliki kunci untuk segera membuka dan mencapai pintu keberhasilan dalam hidup Anda. Mungkin Anda akan gagal ketika pertama kali mencoba, cobalah pada kesempatan kedua dengan tidak mengulangi sebab kegagalan Anda pada saat pertama kali mencoba (belajar dari kegagalan).

Begitu seterusnya hingga anda mencapai kesuksesan. Saya yakin bahwa setiap kegagalan yang Anda ambil pembelajaran darinya berarti langkah menuju pada keberhasilan sudah semakin dekat dan sudah tampak di depan mata.

Jadi, sudahkah bergeser paradigma anda tentang kegagalan? Tidak ada kata kegagalan bila Anda menikmati proses kegagalan itu sendiri. Kegagalan itu akan menjadi sangat menyenangkan bila Anda menikmatinya. Menikmati bahwa sesungguhnya langkah Anda menuju kepada kesuksesan sudah semakin dekat.

Kembali kepada contoh di atas tentang bapak Thomas alva Edison, saya merasakan bahwa beliau sangat menikmati kegagalan demi kegagalan yang dialaminya. Beliau berkeyakinan bahwa jalan keberhasilan sudah semakin dekat dan memang pada akhirnya keberhasilan itu dapat diraihnya.

Selasa, 21 Juni 2011


Menangis Tampa Mengeluarkan Air Mata

Perlu kita ketahui apasi arti Menangis itu dan apa yang membuat kita menangis.
Menangis itu adalah

Menangis bukan sekedar pelampiasan perasaan. Menangis merupakan reaksi atas tersentuhnya hati oleh sebuah kejadian. Arti air mata yang tercurah saat menangis merupakan ungkapan perasaan atas kebahagiaan, kekecewaan juga kesedihan. Tangis adalah anugerah bagi hidup dan hati agar senantiasa menyadari fitrah kemanusiaan yang begitu indah, tetapi lemah dan tak berdaya atas kuasa Yang Maha Perkasa. Menjadi refleksi ketiadaan juga keterbatasan, tiada yang sempurna di dunia dan tak ada keabadiaan atas fana, semua yang bernyawa akan binasa. Lalu, mengapa kita menangis? Adakah manfaat air mata kita?

Menangis sudah menjadi identitas manusia sejak dilahirkan, bahkan bagi bayi, menangis dapat disimbolkan sebagai pemberitahuan bahwa ada masalah pada bayi, mungkin merasa sakit atau tidak nyaman. Menangis menjadi hal pertama yang bisa dilakukan generasi Adam dan Hawa di bumi ini. Sebelum bisa bicara, sebelum mampu tertawa, sebelum siap berjalan, tangis itu sudah ada pada diri tiap manusia. Tanpa diajarkan pun, semua bayi, semua anak, semua manusia bisa menangis karena tangis merupakan fitrah yang melekat pada kemanusiaan. Tangis merupakan bentuk kepekaan yang bisa menjadi alat pendeteksi perasaan seseorang. Ketika menangis, biarkan menangis, jangan dipendam. Menangis bukanlah kesalahan yang harus dihakimi. Menangis itu kebebasan jiwa untuk mengungkapakan perasaan yang tersimpan, yang tersisa dan terbiar di dasar keinginan.

Terlepas dari berbagai alasan yang melatarbelakangi tangisan, aktivitas mengeluarkan air mata ini ternyata memberikan manfaat, baik secara psikologis, sosial, medis maupun spiritual. Hal ini didasarkan pada beberapa penelitian para ilmuwan yang mengaitkan aktivitas menangis dengan efek psikologis dan medis.

Secara psikologis, menangis mampu membuat perasaan menjadi lebih baik, nyaman, dan tenang karena tangisan dapat membantu menyingkirkan kimiawi stres dalam tubuh. Berkaitan dengan ini, ada 4 manfaat menangis.

1. Meningkatkan mood

Menangis bisa menurunkan tingkat depresi seseorang. Dengan menangis, mood akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena luapan perasaan atau emosi mengandung 24% protein albumin yang bermanfaat dalam mengatur kembali sistem metabolisme tubuh. Air mata tipe ini jelas lebih baik dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

Tapi yang lebih parah lagi klo kita menangis tidak mengeluarkan air mata, terasa hati kita sakiat atau mungkin perasaan sedih tapi melihat orang ITU bahagia bersama orang lain, akan membuat air mata tidak akan menetekan air mata. dan intinya bagi penulis ini dia akan selalu menunggu muzizat dari Allah Swt



Sabtu, 04 Juni 2011

Ultah Naila Yg Pertama




Suatu ketika di sebuah sekolah, ada seorang anak yang cukup cerdas yang belajar ilmu kepada seorang guru yang bijaksana. Meskipun sang guru melihat adanya potensi besar, anak tersebut tidak begitu suka untuk belajar. Menurutnya belajar itu tidak lebih dari kegiatan yang benar-benar membosankan selama bertahun-tahun. Baginya, belajar itu seperti melakukan rutinitas melelahkan terus-menerus tiada henti tanpa pernah tahu kapan akan berakhir.

Walaupun ia akhirnya belajar, ia hanya belajar sebentar. Setelah itu, ia mulai jenuh dan tidak konsentrasi lagi untuk belajar. Ia berharap agar bisa maju beberapa tahun ke depan menuju waktu di mana ia bisa segera menyelesaikan masa belajarnya.

Gurunya yang terkenal arif dan bijaksana melihat tingkah laku muridnya ini dan segera mengambil langkah cepat sebelum kebiasaan buruknya bertambah parah. Ia tidak ingin potensi besar yang terpendam dalam diri anak tersebut terkubur sia-sia.

Maka, suatu hari ia memanggil anak tersebut dan berbicara dengannya. Ia menanyakan mengapa ia tidak bersemangat belajar. Anak tersebut menjawab, "Guru, saya tidak begitu suka belajar karena membosankan. Apalagi saya harus melakukan ini selama bertahun-tahun. Memikirkannya saja sudah membuat saya tidak bersemangat, apalagi melakukannya."

Setelah mendengar penjelasan dari muridnya, sang guru pun balas menjawab, "Itu berarti pola pikir kamu sudah salah. Kamu selalu membayangkan semua pekerjaan sekaligus untuk diselesaikan. Tentu saja hal itu akan membuat kamu tidak bersemangat karena kamu terus membayangkan keseluruhan hal yang harus kamu lakukan sekaligus. Tidak heran jika kamu menjadi malas belajar karena kamu memikirkan tumpukan kegiatan belajar yang harus kamu jalani dari sekarang sampai bertahun-tahun kemudian. Itu tidak mungkin kamu lakukan dalam satu hari.

Semua butuh proses dan waktu. Kamu tidak boleh punya pemikiran untuk harus menyelesaikan segala hal - yang seharusnya membutuhkan waktu - hari ini juga. Dengan pola pikir kamu yang seperti itu, segala hal kecil berubah menjadi sangat besar dan bertumpuk yang berakibat tidak produktifnya diri kamu dalam melakukan apa pun."

Sang guru melanjutkan, "Akibat paling buruknya adalah bukan hanya kamu menjadi tidak bersemangat dalam belajar. Kamu juga tidak akan bisa bersemangat untuk melakukan apa pun. Kamu juga akan sulit mengejar apa yang akan kamu cita-citakan kemudian.

Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah melihat ke masa ini, masa sekarang di mana kamu berada. Bukan tugas kamu untuk melihat jauh ke depan yang sebetulnya masih belum jelas. Tugas kamu adalah melakukan dan menyelesaikan apa yang menjadi tugas kamu hari ini, bukan esok atau lusa. Esok akan kamu jalani kemudian.

Yang terpenting adalah dorong diri kamu untuk menyelesaikan apa yang harus diselesaikan hari ini. Dengan begitu, maka kamu perlahan-lahan akan bisa menyelesaikan semuanya. Tidak perlu pusing memikirkan betapa banyaknya yang harus kamu lakukan ke depan. Fokuslah untuk menyelesaikan sedikit demi sedikit sampai akhirnya selesai semua. Sama halnya ketika kamu makan nasi sesuap demi sesuap. Sangat aneh jika kamu berusaha makan semuanya dengan sekali lahap."

Anak tersebut tersenyum pertanda mengerti apa yang telah disampaikan gurunya. Memang benar, sejak saat itu, ia berubah dari malas menjadi rajin belajar. Ia mulai mengerti bahwa tugasnya adalah mempelajari apa yang harus dipelajari pada hari ini, bukan memikirkan bagaimana mempelajari semuanya dalam sekali lahap.

Pesan kepada pembaca:

Ketika Anda mulai memiliki sebuah tujuan baru yang ingin dicapai, Anda cenderung merasa sulit untuk meraihnya karena mengganggap tujuan tersebut terlalu besar bagi Anda. Anda menjadi tidak yakin apakah bisa meraih apa yang menjadi impian Anda dengan kemampuan dan keadaan Anda sekarang ini. Anda pun menjadi tidak percaya diri dan minder. Anda kemudian merasa bahwa impian dan tujuan Anda terlalu muluk.

Apa yang terjadi kemudian? Anda menjadi tidak bersemangat dan bergairah untuk mengejarnya. Anda merasa tujuan tersebut membutuhkan tugas-tugas yang terlalu banyak untuk diselesaikan. Karena merasa tidak mampu, maka Anda pun membuat tujuan yang lebih kecil.

Hal inilah yang mengidap kebanyakan orang. Banyak orang tidak berani bermimpi besar karena merasa impian tersebut terlalu besar dan ketika mereka hanya bermimpi kecil, mereka tidak bergairah sama sekali untuk mengejarnya. Hasilnya, mereka tidak meraih apa pun.

Impian atau tujuan yang besar akan terasa mudah dicapai jika Anda melihatnya dalam potongan-potongan kecil. Potongan kecil inilah yang membuat Anda merasa mudah untuk melakukannya. Ketika potongan demi potongan sudah diselesaikan, maka potongan-potongan tersebut digabung sehingga menjadi sebuah kesatuan yang utuh.

Setiap gunung yang tinggi ditaklukkan melalui setiap langkah demi langkah dengan konsisten. Setiap buku yang Anda baca diselesaikan melalui setiap kata demi kata. Setiap lukisan yang indah diciptakan melalui setiap goresan demi goresan dari kuas. Setiap tempat tujuan ditempuh melalui setiap mil yang dilewati. Begitu juga tujuan Anda bisa dicapai dengan melakukan setiap langkah demi langkah untuk menuju ke sana.


Ubah Rasa Takut Gagal Jadi Kekuatan


Kata orang, kegagalan adalah sukses yang tertunda. Bagaimana supaya siap menerima kegagalan tanpa jadi patah arang?

Kalau sering membaca biografi tokoh terkenal, Anda pasti tahu bahwa kehidupan tokoh-tokoh besar dunia tida seindah cerita dongeng. Sebelum mencapai sukses, terlebih dulu ada rangkaiankegagalan pahit yang mereka alami.

Namun, sering kali untuk mencapai kesuksesan, kita lebih sering berkutat dengan pikiran negatif alias takut gagal. Lantas, bagaimana cara terbaik menyingkirkan rasa takut gagal? Seperti juga stres, rasa takut gagalsebenarnya bisa dilihat sebagai potensi yang malah menolong kita menyelesaikan tugas dengan sebaik mungkin. ”Dalam taraf baik, rasa cemas justru bisa memotivasi diri kita untuk menganalisis faktor-faktor penghalang dan menyusun strategi untuk mengatasinya,” ujar Tuti.

Langkah-langkah berikut bisa membantu Anda mengendalikan kecemasan dan justru menyulapnya menjadi kekuatan.

Bersikap Realistis

Tuntutan untuk selalu memberikan hasil sempurna biasanya menyebabkan Anda ragu-ragu bertindak. Bersikap realistis lebih baik ketimbang Anda selalu berusaha tampil sempurna.

Dahulukan Rasio

Buat daftar hal-hal yang mencemaskan Anda. Setelah itu, luangkan waktu untuk menyusun rencana antisipasi sehingga Anda dapat mencoret poin di dalam daftar satu demi satu. Jika daftar sudah habis dicoret, tetapi rasa takut masih menetap, sadarilah bahwa ketakutan ini timbul karena alasan yang tidak masuk akal.

Jangan Bergantung pada Pujian

Dukungan dan pujian dari orang lain memang bisa menjadi suntikan motivasi yang ampuh. Namun, berhati-hatilah supaya Anda tidak malah menjadi bergantung pada pengakuan orang lain. Sebagai gantinya, berilah hadiah kepada diri sendiri setiap kali berhasil mencapai target.

Anggap Pengalaman Buruk sebagai Latihan

Setiap orang memiliki tingkat ketahanan tertentu dalam menghadapi cobaan. Kian sering didera pengalaman buruk, makin tahan pula ia menghadapi tekanan berikutnya. Tak perlu patah hati ketika gagal, karena itu malah menjadikan Anda semakin tangguh kala diserang masalah.

Jangan Mencampuradukkan Kegagalan

Kegagalan dalam suatu hal bukan berarti secara otomatis Anda juga akangagal dalam bidang lain. Ingat, kegagalan bukan penyakit menular

Tips Mencapai Impian

Untuk mencapai impian kita, pertama-tama adalah membuat diri kita begitu menginginkannya!!! Begitu kuatnya sampai rintangan apapun sanggup kita atasi. Berikut ini, cara menanamkan keinginan yang begitu kuat untuk menghasilkan motivasi sumber energi kita:

Bagaimana langkah-langkahnya???

1. tuliskan impian yang ingin dicapai secara spesifik.

Jangan menulis hanya sekedar ‘saya ingin jadi kaya’. Informasi ini masih ngambang, karena tidak menyebutkan secara jelas, apa yang dimaksud dengan ‘kaya’. Lebih baik sebutkan saja jumlah uang yang anda inginkan, misalnya ‘ saya ingin memiliki uang sebanyak satu milyar rupiah’. Dengan demikian maka kita telah menetapkan satu target yang jelas,yaitu satu milyar rupiah.
Dalam menetapkan tujuan, kita harus dapat menggambarkan secara jelas apa yang ingin kita tuju. Sespesifik mungkin. Kalau kita ingin sekolah dinegara tertentu, sebut saja nama kota, nama sekolah, jurusan, suasana kelas, nama dosen, mata kuliah yang akan diikuti,dan lain-lain. Semakin detil semakin bagus.

2. keluarkan semua Harapan dan Mimpi!

Hal berikutnya yang harus kita lakukan adalah menuliskan semua harapan dan kehidupan ideal yang kita inginkan yang dapat kita lakukan bila mencapai tujuan tersebut, tidak peduli betapa kita menganggapnya mustahil, tulis saja keinginan kita itu.
Mungkin terkadang kita merasa ragu untuk menumpahkan mimpi-mimpi tergila kita. Tapi… tulis saja, tidak akan ada yang menertawakan atau meremehkan kita kok, kembalilah menjadi anak kecil dan tuangkan semuanya dengan bebas tanpa perhitungan apapun.
Ingat, ini bukan laporan atau tugas kantor yang harus kita kerjakan dengan benar dan masuk akal. Tidak salah atau jelek untuk harapan kita, semuanya bagus dan hebat.

3. buatlah rencana untuk mencapai target

Agar dapat mencapai impian, kita perlu rencana yang matang. Untuk itu, kita perlu menyusun langkah-langkah apa saja yang akan kita tempuh untuk mencapai tujuan kita. Bila tujuan yang kita inginkan terlalu besar, kita dapat membagi rencana kita menjadi beberapa tahap.

4. Tetapkan deadline

Sebagai contoh, bila tadi kita sudah memberikan deskripsi sekolah impian kita, kita juga harus menentukan kapan kita sekolah, jangan hanya menuliskan ‘dalam jangka waktu 5 tahun’, tapi tuliskan tanggal, bulan dan tahun secara spesifik. Adanya ‘deadline’ akan mengacu kita untuk lebih rajin dan aktif mencari cara untuk mencapai sasaran kita.

5. Pengorbanan untuk mendapatkan mimpi kita

Di dunia ini tidak ada yang gratis, kalau kita mau mencapai impian kita, ada pula yang harus dikorbankan (Kalau kata mbakku, ‘ada sesuatu hal mahal yang harus kita bayarkan untuk meraih sesuatu’). Dari waktu, tenaga, kepuasan, sampai pikiran. Andaikan saja impian kita itu barang, tentunya kita harus membayar untuk mendapatkannya, tidak bisa tidak.
Tuliskan secara spesifik hal yang kita bayarkan sebagai ganti impian kita. Misalnya, kurangi waktu tidur dan lembur, dan menyisihkan uang untuk ditabung, meluangkan waktu untuk belajar lebih giat dan mencari peluang bisnis, dan sebagainya.

6. kalimat pernyataan

Bila langkah tadi adalah spesifikasi, selanjutnya adalah menuliskan kalimat sugesti. Tidak ada patokan khusus tentang seperti apa kalimatnya, yang penting kalimat itu dapat menstimulasi emosi positif kita.
Unsur yang wajib ada adalah semua yang sudah aku sebutkan sebelumnya itu loh, mimpi kita secara spesifik, tanggal pencapaian, pengorbanan, dan langkah yang ditempuh. Berikut ini sedikit tips neh… :
• tuliskan seakan-akan nkita sudah berada di hari dimana target kita tercapai.
• Tuliskan dengan kalimat positif
• Tambahkan kalimat yang menggambarkan emosi dan perasaan kita.

7. visualisasi

Langkah selanjutnya adalah visualisasi. Bayangkan kita sudah meraih apa yang kita targetkan. Pergilah ke ruangan yang sunyi, mungkin kamar kita atau dimanapun kita bisa lebih berkonsentrasi. Bayangkan kalau kita sudah berada ditempat yang kita inginkan. Gunakan seluruh panca indra dan emosi kita.
Kita harus benar-benar merasakan!!! Sebagai contoh, kita menginginkan sebuah laptop, nah, visualisasikan bahwa tangan kita sudah memegang laptop itu. Rasakan beratnya ditangan kita, teksturnya, warnanya, baunya, tonjolan merknya,dll. Bayangkan pula diri kita menggunakan laptop itu dan betapa puasnya kita dengan kinerjanya. Pokoknya apapun impian kita, rasakan hal itu senyata mungkin!
Sambil bayangkan, suarakan dengan lantang kalimat pernyataan yang sudah kita buat dengan menyertakan emosi kita.

8. ulangi… ulangi… dan ulangi!!!

Kita sudah mengulang pernyataan misi kita tiap hari, paling tidak 2 kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur, minimal selama 3 bulan. Sasaran kita harus benar-benar merasuki alam bawah sadar kita dan tertanam kuat. Pada saat itu, dengan sendirinya seluruh kegiatan dan aktivitas kita akan tertuju pada target kita dan segalanya akan terlihat lebih mudah.

Selamat mencoba…